Minggu, 26 Desember 2010

Musik Chiptune atau 8bit,Inovasi Baru Musik di Indonesia




Pengertian Chiptune



Chiptune adalah musik yang dibuat dari sound format yang telah di syntesizekan secara realtime oleh computer atau video game sound chip. Chiptune sangat popular pada periode pertengahan 1980s sampai akhir 1980s dimana pada saat itu untuk membuat musik dengan computer hanya tersedia sound chip tersebut. Medium tersebut memberikan fleksibilitas kepada para composer dalam menciptakan instrument sendiri, tetapi dikarenakan sound chip komputer pada saat itu hanya tersedia simple tone generator dan noise generator, mengakibatkan keterbatasan dalam menciptakan sound yang lebih complex. Chiptune kadang terdengar “kasar” dan “menciut2” bagi para pendengar yang tidak biasa dengan musik tersebut dan chiptune juga sangat berhubungan dekat sekali dengan video game music.


Chiptune: Musik Berfidelasi Rendah
Tentu kalian masih ingat theme song dari game Super Mario brother atau Zelda
yang kita main kan dengan NES (Nintendo Entertaintment System) atau Gameboy.
Sampai sekarang theme song tersebut masih melekat di ingatan kita. Suara yang di
hasilkan sangat sederhana dan mempunyai ciri khas atau karakter tersendiri. Ya, itu
adalah salah satu contoh dari musik chiptune. Chiptune atau chip music (musik chip)
adalah musik yang dibuat dari sound format yang telah di sintesiskan secara realtime
oleh komputer atau video game sound chip. Berawal ketika bangkit nya era home
computer dan home game consoles pada awal 80an. Musik ini dibuat dengan
menggunakan komputer kuno (seperti commodore 64, commodore amiga atau Atari ST)
dan video game console (seperti gameboy, NES dan Atari 2600).
Pada awalnya, musik chiptune ini hanya di gunakan untuk mengcompose
soundtrack game, tetapi setelah itu banyak yang membuat musik chiptune secara
komersil dan sangat popular di tahun 80an. Secara garis besar, musik chiptune dibuat
dengan menggunakan tracker. Ada banyak sekali jenis musik chiptune berdasarkan
console atau komputer yang digunakan. Salah satu yang popular di gunakan sampai saat
ini adalah Gameboy. Musik chiptune yang dibuat menggunakan gameboy sangat
terkenal dengan kepraktisannya. Tingkat kepopuleran gameboy musik bermula pada
tahun 1998, ketika seorang art student dari jerman bernama oliver wittchow merilis
catridge bernama nanoloop. Sebuah kaset game gameboy yang digunakan khusus untuk
membuat musik. Disusul oleh johan kotlinski dari swedia yang merilis Littlesounddj
atau LSDJ pada tahun 2000. Kedua program itu sangat banyak digunakan oleh para
musisi gameboy.
Komunitas chiptune musik termasuk kecil tetapi tersebar diseluruh dunia dengan
banyak musisi yang menciptakan genre yang berbeda. Mereka bergerak secara
underground dan sangat aktif menjalin hubungan antar Negara. Banyak sekali event
musik chiptune international yang di selenggarakan seperti Blip festival di New York,
Microbo party di Italy dan Lo-bit playground di jepang. Suatu budaya kuno yang masih
hidup di zaman modern.
Bagi mereka, keterbatasan teknologi bukan lah suatu halangan untuk berkarya.
Malah itu menjadi suatu tantangan yang sangat menarik, yaitu, menghasilkan sesuatu
yang maksimal dari medium yang minimal. Seperti slogan dari salah satu website
komunitas chiptune www.micromusic.net yaitu “low-tech music for high-tech people” itulah kutipan dari salah satu musisi Indonesia Chiptune yang menggagas musik ini di Indonesia yaitu
JW86.





Chiptune Di Indonesia
Sejak tahun 2006, musik chiptune mulai muncul di permukaan tanah air
Indonesia. Menjadikan sebuah sejarah tersendiri akan perjalanan membudayakan musik
dari video game konsol yang terus berkembang sampai sekarang. Gerakan musik
chiptune di Indonesia telah menjadi sebuah kesatuan yang kokoh, dan juga
menghasilkan musisi-musisi berbakat.
Dengan keterbatasan yang ada di dalam meramu musik ini, para musisi pun
cenderung lebih inovatif dalam berkarya. Hingga makin memunculkan sub-genre
tersendiri pada musik chiptune — bisa dibayangkan seperti aplikasi alunan musik dari
trance, house, pop, Drum & bass, sampai grindcore yang dimainkan menggunakan
media-berfidelasi rendah. Kiprah para musisi chiptune Indonesia sendiri telah terdengar
luas oleh komunitas chiptune di Amerika dan Eropa, menjadikan nama Indonesia
sebagai negara yang menelurkan musisi chiptune yang berbobot dari Asia Tenggara.

Mungkin banyak yang asing dengan chiptune. Ini bukan processor atau chip grafis model terkini. Tapi ini adalah salah satu jenis musik yang awalnya dibuat untuk mengiringin game pada console, arcade, atau handheld pada tahun 80-an. Musisi chiptune pada masa itu membuat musik untuk mengisi soundtrack atau elemen efek game console seperti Atari ST, Cammodore 64. Keunikan dari musik chiptune adalah pada sound 8bit dan 16bit (4.41khz-48khz-96khz). Di bawah itu hanya merupai dalam 4 gelombang dasar. Di dalam chiptune sendiri terdapat 4 jenis basic waveform yaitu sine wave, squere wave, pseudo-triangle dan low-resolution noise. Chiptune, atau Chip music, atau Micromusic sangat popular pada periode pertengahan 1980 sampai awal 1990. Di mana pada saat itu untuk membuat musik dengan komputer hanya tersedia sound chip tersebut. Medium tersebut memberikan fleksibilitas kepada para composer2 dalam menciptakan instrument sendiri. Tetapi dikarenakan sound chip komputer pada saat itu hanya tersedia simple tone generator dan noise generator, mengakibatkan keterbatasan dalam menciptakan sound yang lebih komplek. Chiptunes kadang terdengar “kasar” dan “menciut” bagi para pendengar yang tidak biasa dengan musik tersebut dan chiptune juga sangat berhubungan dekat sekali dengan video game music. Abim dari Curah Melodia Mandiri, salah satu dari mereka yang menyukai chiptune menuturkan, asal-usul chiptune tidak bisa dilepaskan dari kehadiran Video Games untuk mengiringi suasana permainan games. Seiring berjalannya waktu, memainkan dan mendengarkan chiptune menjadi sebuah kesenangan tersendiri. “Itu hal yang sangat eforia buat kami. Kita main game tapi musiknya nempel di kepala kita, jadi ingin mengingat kembali,” ujar Abim. Menurut Abim modal untuk memainkan chiptune tidak harus mahal. “Mainan jaman dulu, apapun itu, asal bisa mengeluarkan suara seperti 8bit, low bit resolution, nggak masalah apapun medianya,” ujarnya. Musik apapun bisa dihasilkan Chiptune. Metal, rock, jazz, pop, atau jenis lainya, namun lagi-lagi dengan syarat, resolusi suaranya 8 bit.


Little Sound Disk Jockey (LSDJ)

LSDJ, Little Sound Disk Jockey, adalah cartridge yg dibuat sendiri untuk Game Boy,diprogram oleh Johan Kotlinski (dikenal dengan dunia chiptune sebagai Role Model), yangmemungkinkan pengguna untuk musik urutan dan program pada sebuah Game Boy. The LSDJ terutamadigunakan oleh seniman chiptune, namun juga populer dengan banyak musisi lainnyamenulis lagu menampilkan Game Boy suara.Kartrid resmi yang jelas ungu atau biru dan memiliki merek dagang LSDJlogo di bagian depan-atas. Sequencer dari LSDJ memiliki struktur yang sangat terbuka. Ini dirancanguntuk meninggalkan segala kemungkinan musik dari Game Boy di tangan pengguna. TheGame Boy chip suara menawarkan empat saluran dengan suara 4-bit. Custom bentuk gelombang dapatdibuat oleh free-gambar tangan, atau dengan menggunakan synthesizer subtraktif dengan filter resonan.Untuk fleksibilitas tambahan, LSDJ juga berisi sebuah arpeggiator. Dalam hal sampel, LSDJmenawarkan satu set 59 fonem untuk pidato diprogram. Ia juga memiliki drum kitsampel dari Roland TR-606, TR-707, TR-727, TR-808, TR-909, CR-78, CR-8000, DR-55, DR-110, E-mu Drumulator, Korg KR-55, DMX Oberheim, Nada AceRhythmAce, Sequential Sirkuit TOM dan LinnDrum drum mesin.Produksi komersial unit LSDJ telah ditempatkan pada hiatus tak tentusejak akhir 2002 sampai dengan Nopember 2007, namun LSDJ menjadi tersedia untukDijual sekali lagi di Blip Fest 2007 untuk harga 75 dolar (termasuk versi manualdiedit pada Mei 2007. Seperti halnya membeli hard copy gambar ROM downloaddari situs LSDJ sebesar $ 2,00. Sebuah demo ROM (versi kuno yangtabungan dinonaktifkan) tersedia secara gratis. ROM ini dapat ditempatkan ke sebuah rewritablecartridge dari salah satu perangkat berbagai cadangan dibuat untuk Game Boy.

1 komentar: